Memasuki sekitar 1,5 tahun sejak kami memutuskan untuk ber-homeschool-ria, alhamdulillah sedikit demi sedikit ada hikmah untuk terus memperbaiki kegiatan keseharian kami. Salah satu yang utama adalah untuk benar-benar memaknai meaningful learning buat anak-anak. Pada awal-awal hs, saya masih public-school-minded dan punya bayangan kalau nanti di rumah kita akan bahas tema-tema tertentu setiap bulan, yang saya berusaha tentukan sebelumnya (dengan sebisa mungkin memikirkan apa yg akan dia sukai). Tapi pada prakteknya di lapangan, with our kids, it just doesn’t work that way dan terus terang, saya juga time-managementnya belum sehebat itu--- nyiapin tema-tema per bulan dengan segala tetek bengeknya. Yes, I don’t get all things done, segini masih dibantu part-time dengan ART. Who says homeschool moms have it all under control? Nope, not me (maybe someone else, but not me, hahaha). Hopefully one day, but now I’m just doing my best (and that’s what’s important).
Wednesday, December 10, 2014
Child-Led & Meaningful Learning in Our Homeschool
Memasuki sekitar 1,5 tahun sejak kami memutuskan untuk ber-homeschool-ria, alhamdulillah sedikit demi sedikit ada hikmah untuk terus memperbaiki kegiatan keseharian kami. Salah satu yang utama adalah untuk benar-benar memaknai meaningful learning buat anak-anak. Pada awal-awal hs, saya masih public-school-minded dan punya bayangan kalau nanti di rumah kita akan bahas tema-tema tertentu setiap bulan, yang saya berusaha tentukan sebelumnya (dengan sebisa mungkin memikirkan apa yg akan dia sukai). Tapi pada prakteknya di lapangan, with our kids, it just doesn’t work that way dan terus terang, saya juga time-managementnya belum sehebat itu--- nyiapin tema-tema per bulan dengan segala tetek bengeknya. Yes, I don’t get all things done, segini masih dibantu part-time dengan ART. Who says homeschool moms have it all under control? Nope, not me (maybe someone else, but not me, hahaha). Hopefully one day, but now I’m just doing my best (and that’s what’s important).
Sunday, November 09, 2014
Mom's day out
As I'm writing this, I'm standing inside a commuter train, on my way home. Wait, something's missing: my kids and hubby.
Yes, today was my day out and about wihout the kiddos or hubby. Sebenarnya nggak berencana pergi juga, tapi ada book fair di Jakarta that was just too good to pass up. Dan sayangnya book fair seperti ini nggak child-friendly: huge crowds and small spaces. Jadilah dengan niat nyari buku murah buat anak2, saya berangkat sendiri naik kereta dan busway. Anak2 sama si Hubs dan pasukan Eyang.
This is my 1st time going to Jakarta alone without carrying Baby Bird in one arm and holding Little Bug's hand in the other. No diapers or a change of clothes in my waist pouch. No keeping an eye on where the kids are or telling them about what we are seeing along the way. Just me, myself, and I.
5 minutes later, i missed them. Small kiddos reminded me of them and I automatically looked up from the book I was reading everytime I heard a kid cry. Although I was enjoying my trip alone, but the feeling of enjoyment was different. I guess this is what people mean when they say that motherhood changes you forever. No experience will ever be complete without the "whole package", meskipun dilengkapi pula dengan segala "kerempongannya". But now I know, that is where the real happiness is.
So, I stand here on this train, full of gratitude. Thankful that I have a family and a home to come home to. Thankful that I was able to spend some time alone enjoying what I like to do while bringing benefit too (although, not a benefit for the wallet, huhuhu). And thankful that some time away from the kids and hubby can fill my cup-- coz you can't parent on an empty cup. Knowing how full your cup is and letting yourself to actually fill it when empty--now that is the important part!
So, for all you real moms out there: don't forget to take care of you. Because being a mom is a tough job but it's also a lifetime blessing to be thankful for.
Friday, November 07, 2014
Ijazah & Ibu Rumah Tangga
Friday, October 17, 2014
Do what you love and love what you do.
As I write this, I’m in the middle of a translation project. Sebenarnya bukan proyek terjemahan yang pertama, namun dengan yang ini, terasa berbeda. Kenapa? Karena... bahan yang diterjemahkan adalah tentang pendidikan, khususnya mengenai kegiatan belajar yang berkaitan dengan kurikulum Common Core dan fokus pada STEM (science, technology, engineering, and math) di kelas. Wow, alhamdulillah! Jadi, meskipun bahannya tidak terlalu banyak (secara hitungan halaman tidak seberapa) namun ilmu yang didapat tak ternilai sebagai masukan bagi kami yang ber-homeschool ria.
Saturday, August 30, 2014
Life long learning
Tadi pagi, saya mendampingi Little Bug latihan keyboard. Sejak sementara dialihkan ke les privat sembari nunggu guru kelasnya recovery, progress-nya Little Bug memang terasa agak lebih cepat. Biasanya main lagu berdasarkan repetisi & pendengaran not (sembari belajar baca) dan agak pelan, ini jadi cepat karena fokusnya secara individual. Biasanya 1 lagu untuk beberapa kali pertemuan, ini bisa 2-3 lagu dipelajari setiap sesi les, meskipun hanya 30 menit saja.
Nah tadi waktu berlatih lagu baru, saya rada2 lupa bin keder baca not baloknya, Little Bug juga lupa melodi lagunya. Udah bukan di kunci C saja, tapi ada kunci G dan sekarang kunci F, tangan kanan dan kiri. *help me* Jadilah saya mencari tahu bersama-sama dengan dia.. nyoba-nyoba, trial and error. Alhamdulillah akhirnya bisa dimainkan, dan saya baru ngeh.. proses bingung dan cari tahu tadi beserta trial and error yang terjadi sebenarnya merupakan contoh yang baik untuk Little Bug. Bahwa kita belajar sepanjang hayat. Bahwa ilmu Allah itu sangat luas. Bahwa kita nggak harus tahu semuanya... apalagi gak usah sok tahu. It's okay to not know... and it's okay to make mistakes and try again. Dan bahwa seorang emak hs nggak harus bisa semua-mua-nya... karena bisa dipelajari sama-sama :-)



