Showing posts with label jadwal harian. Show all posts
Showing posts with label jadwal harian. Show all posts

Tuesday, November 01, 2016

Our Family Command Center

Anak-anak yang semakin besar (dan lebih dari 1) plus kegiatan Si Hubs yg semakin sibuk kesana kemari pada akhirnya membuat saya mengaktifkan kembali Our Family Command Center. Intinya sih supaya semuanya (terutama si emak) tahu kegiatan seluruh anggora keluarga dan nggak ada kegiatan/janji yg terlupakan. Coz you know, the agendas of families these days can be cray-cray-zeeee... hehehe 😅

Nggak muluk-muluk, saya memanfaatkan ruang dinding tepat di belakang pintu masuk. Modalnya hanya sebuah kalender whiteboard dari jaman kuliah dulu dan ditambahkan DIY kotak surat dari clear holder, masing2 anggota keluarga dapat 1 kotak surat (kecuali si Baby Squirrel, yg saat ini masih baby banget). Ceritanya anak2 bisa menulis surat/pesan ke siapa aja dan dengan alasan apapun, dari ekspresi rasa kangen, sebal, sampai menggambar cerita. Mereka saking sukanya menulis "surat" , sampai2 kalau ada gambar yang mau dipajang, mereka nolak karena "ini surat, bukan buat dipajang" lalu dilipat2 (dan emaknya ngelus dada) 😂😅😘

Di sebelahnya calender ada "family rules" yang ala2 Etsy/Pinterest gituu tapi ini modal buat sendiri lalu diprint biasa aja hehehe *emak males ngebor dinding buat pigura*

As you can see, baru tgl 1 November aja udah mayan penuh tuh kalendernya 😂😂😂 Yang paling penting, kita semua bisa saling support dan komunikasi tetap lancar jayaaaa... semangat!!!

Monday, April 14, 2014

Spring Beginnings



Yayy! Another blog post! *pat on back**it's been too long*

There are a gazillion things to write about and file folders full of photos to share. It has been eventful past months... part of our slow “adaptation” months--- around almost a year since we really considered to homeschool seriously. As I looked at the calendar, I realized it’s spring in Japan.. my favorite time of year when the sakura comes to blossom and great warmish-coolish  weather makes me just want to stay outside and bike around town or just spend the days at the park. Aaah... the memories *nostalgic mode*

 Spring is also the new school year for Japan... the sakura blossoms would be iconic with 入学式 (nyuugakushiki – school entrance ceremony). So, I’m taking this moment here to “start” (again) our more regular “school” activities. 




First, it started with a new “school” corner: bringing the ex-kotatsu table up to the 2nd floor and making it his new corner for working on his daily calendar and other mom-assigned activities. Intinya, pojok yang memang khusus buat dia mengerjakan hal-hal yang perlu meja tulis dan tempat yg lapang (baca: gak tertutup oleh mainan, buku, atau yg lainnya). Pas di depannya ada jendela, jadi kalau pagi alhamdulillah sinar mataharinya bisa masuk, supaya semangat :) (dan kalau iseng bisa lihat-lihat bentuk awan, hehehe). Lalu ternyata Baby Bug juga mau ikutan “belajar” jadi akhirnya (setelah berhasil membujuk Baby Bug untuk turun dari atas meja) masing-masing punya sisi meja, hahaha! And then we started on our new daily activity: the daily calendar binder and Iqro + hafalan surat pendek dari Al-Qur’an atau aneka doa. Untuk saat ini, itu dulu yang aku berani ingin tetapkan sebagai kegiatan yang inshaaAllah reguler. Kalau ada kegiatan lainnya seperti tema tertentu, worksheets, art n crafts, experiments, dsb, itu aku anggap sebagai “bonus” untuk awal2 ini, supaya aku gak stress dan tetap merasa kalau hari ini nggak “berlalu dengan begitu aja”. 



Yes, we’re still trying to do the fine dance of “mom assigned tasks” and “curiousity-propelled activities”, all in the coridor of PLAY. Why? Because Little Bug is still 5. His interests can go from “let’s study about chickens” to “pirates” to “making robots” to infinity in just half a day. And unless some sort of information is relevant (read: interesting) to him in some way, it’ll be me trying to persuade him to learn something—and that’s not how I want it to be. But, still I have my own targets for the homeschooling process that I want to achieve, somehow. So, bear with me while we try to figure this one out, hopefully soon :D Meanwhile, let’s just have fun and be happy :D (And hopefully I can get my act together and write blogs regularly, the pictures in the file folders are calling my name, hahaha). Yosh, ganbarimashou!

Wednesday, October 16, 2013

Letting Go: Embracing the Chaos and Enjoy the Learning



October 16, 2013


Gak terasa, tau-tau sudah sebulan berlalu sejak terakhir kali menulis blog. Yes, I have problems with time management (keliatan kaan?), khususnya mengalokasikan waktu buat menuliskan kegiatan homeschool di rumah. Tapi, alhamdulillah foto-foto pada numpuk di file folder, nunggu dikompilasikan dan diceritakan, so it’s not all “lost” in time. Yah, I’m doing my best, and memang baru segini kemampuannya, hehehe... *wanna be better though, really!*

Anyways,  sejak terakhir kali posting ttg masa adaptasi, alhamdulillah sekarang-sekarang ini sudah jauh lebih tenang. Masih penyesuaian sana-sini, but alhamdulillah sekali I’ve learned to embrace the chaos and enjoy the learning. Embrace the “chaos” maksudnya sudah belajar untuk lebih legowo melihat rumah yg seperti kelewatan angin ribut. Ada bear counters di bawah meja, bekas paint di lantai teras belakang yg sudah mengering, potongan-potongan kertas (“pempek buatanku untuk Mama!” kata Little Bug) di sudut lantai ruang keluarga, tumpukan buku-buku yang habis dibaca di sana-sini, dan “chaos” lainnya yang dulunya mungkin membuat saya merasa “gerah” karena ingin punya rumah yg bersih. I knew it wouldn’t be possible with kids in the house, but I still had that *false* hope that I could be that supermom who could handle the mess, hahaha! My problem was that, theoretically I knew what to expect from having a house with 2 little kids in it, but putting theory into really accepting the reality were 2 different things.

Begitu pula dengan our homeschool routine. From books/blogs/articles, I knew that play is the main way to learn for kids. I knew that I should let learning flow naturally through play. I knew that I wanted my kids to really enjoy their childhood filled with play. I knew what my ideal homeschool days were supposed to be like. But knowing and actually doing are 2 very different things. And being an over-achiever and having a high need for control, it is still challenging (but not impossible) for me to “let go” and let the learning happen naturally.

Tadinya saya berusaha untuk membuat adanya tema bulanan yang akan menaungi kegiatan belajar Little Bug setiap bulannya, beserta kegiatan2 yang pre-planned yg saya siapkan sesuai tema tadi.  But, it wasn’t working--- Little Bug is still very young and has fleeting interests.. satu hari mau belajar tentang ayam, sorenya mau belajar tentang hiu. Padahal lagi belajar tentang makanan sehat, hahaha!  Dan saya perhatikan, memang benar bahwa kalau suatu hal tidak dianggap “penting” oleh anak, maka dia nggak akan melakukannya dengan semangat yg alami. Dia akan secara alami bersemangat melakukan hal-hal yg bagi dia “penting”, dan buat Little Bug, hal itu adalah bermain.
Saya sangat takut kalau memaksakan suatu kegiatan supaya sesuai dengan tema bulanan pada saat itu—walaupun dianya sendiri sih mungkin oke-oke aja belajar tentang suatu topik dari saya—in the long term akan menekan rasa ingin tahunya yang begitu besar. Padahal justru rasa ingin tahu itulah yg harus terus dipupuk sebagai fondasi belajar yang lebih formal nantinya ketika sudah memasuki usia SD dan seterusnya. Pada saat yang sama, saya juga masih ingin memberikan beberapa materi yang penting menurut saya (dan suami) untuk dipelajari oleh Little Bug sedari kecil. Nah,jadi muter otaklah sampai sekarang untuk berusaha mencari win-win solution that works.

Jadinya, saya mengalah. Instead of preparing a monthly theme, saya bebaskan Little Bug memilih apa yg ingin dia pelajari setiap harinya. Untuk sementara ini, saya nanya ke dia malam sebelum tidur.. “Besok mau belajar tentang apa? Mau main apa? Apa masih mau lanjutkan belajar/main yang tadi?” Dengan cara itu, malamnya (moga2) saya bisa sempat untuk men-google dan menyiapkan bbrp kegiatan yang berkaitan dengan keinginan Little Bug.

Seperti hari ini, Little Bug semalam bilang kalau dia ingin menjadi seorang Raja. Jadilah saya malam nyari ide tentang crafts yg berkaitan dengan “raja” dan nyiapin pagi-paginya, juga nyiapin buku yang ada kaitannya dengan si Raja itu. Nggak banyak-banyak yang disiapkan, hanya cadangan ide kalau-kalau Little Bug butuh extra encouragement. Dan buktinya, dari segambreng perlengkapan prakarya yg saya sediakan dalam sebuah nampan plastik, Little Bug tetap bebas memilih apa yg dia inginkan untuk digunakan dalam membuat sebuah mahkota raja untuk dirinya sendiri. Jadi saya menahan diri men-suggest apa-apa sehingga bisa menikmati melihat jalan berpikir si anak kecil ini dan hasil jerih payahnya sendiri.



In the future, saya ingin membuat sebuah “Invitation To Play” di meja kecil di ruang keluarga, yg isinya (usulan) berbagai elemen (mainan, buku, alat-alat, dsb) yang bisa dipakai untuk bermain sesuai tema tertentu atau suatu hal yg mungkin nanti menurut saya perlu untuk dipelajari oleh Little Bug. Ini masih still in progress sih, but I figured that it’s the best way to gently give extra play ideas that Little Bug can choose from, if he wants to. Selain itu, saya juga sudah mulai  bener-bener merampingkan daftar hal-hal yang saya ingin Little Bug pelajari, jadi itu saja yang saya kejar, sisanya bener-bener kombinasi dari bermain bebas dan pembelajaran dari kegiatan sehari-hari.

Alhamdulillah, so far so good.. it hasn’t been easy to let go and embrace the chaos, but I will try my best for the kids.. and I must say, it does feel good to have fun with the kids, even if it means that on some days you have to give kids a bath 5x a day and your back terrace floor is covered in painted footprints :) 

 

Friday, August 16, 2013

Sensory play: air



16 agustus 2013

 Pagi ini, matahari cerah dan udara cukup hangat, nggak terlampau dingin seperti beberapa hari sebelumnya. Mama yang masih berusaha memadu-padankan kegiatan harian tiba-tiba ingin mencoba melakukan sensory play sehabis makan pagi. Ya, sensory play alias bermain yang melibatkan lebih dari 1 alat indera. Cara bermain ini sangat penting bagi anak-anak balita, seperti yg bisa dibaca di artikel ini dan di sini.

Saya memang ingin lebih banyak memasukkan jadwal sensory play ke dalam kegiatan belajar kami, walaupun masih belum mulai membuat senosry bins/trays/tables yang kreatif-kreatif seperti yang ada di Pinterest. But, seperti salah satu advice yg saya baca dari buku ttg homeschooling (dan dari forum-forum juga), mulailah dengan apa yang ada dan apa yang bisa dilakukan. Buat saya, paling gampang adalah dengan media air dan pasir. Supaya nggak berantakan, saya bawa tempat main airnya ke halaman depan yg ada rumputnya (sekaligus membiasakan Little Bug untuk menginjak rumput tanpa alas kaki--- sesuatu yang dia kadang masih geli, lain banget dengan Baby Bird yang doyan nyeker ke mana-mana *hadeeh, anak cewek satu iniiiiii*). Meja yg saya gunakan itu sebenarnya adalah sand & water table versi pasar gembrong (yg mirip2 dengan versi E*C yg harganya hampir 4 kali lipatnya, huhuhu). Tapi karena Little Bug dulu maunya pasir semua, jadilah lengser kegunaan jadi sensory table sajah yg bisa dibawa ke halaman depan (mempermudah pembersihan) dan ada 2 bagian jadi masing2 kakak-adik dapet tempatnya masing-masing.

Anyways, pagi ini cukup diisi dengan 2 baskom air dan pake beberapa bola plastik, pistol air, dan cangkir2 plastik, ta-daaa, jadilah mereka main air di halaman sambil emaknya menyiram tanaman dengan tenang :) Saya nggak terlalu melakukan "narasi" untuk proses bermain mereka, hanya mengamati dan kasih komentar sana-sini tentang apa yg mereka lakukan. I just let them explore the water, tuang sana tuang sini, jebur sana sini, kecipak kecipuk, dan bahkan sampe diminum sedikit pas saya lagi ambil air lagi *hadeeh, untung air bersih dan mejanya juga habis saya cuci dengan sabun cuci piring sebelum dipakai tadi pagi*. Next time insyaaAllah akan tambah lagi narasi kegiatannya dan akan lebih terencana, namanya juga dadakan, hehehe...

Setelah basah-basahan, mereka langsung mandi (tanpa paksaan) dan Baby Bird nyusu lalu tidur pagi dengan sukses; Little Bug punya 1-on-1 time dengan Mama untuk melanjutkan pembuatan lapbook tentang “Indonesia & Aku”. Well, not for long sih, trus Baby Bird bangun dan ikutan eksplorasi krayon hahaha ;D

Sepertinya saya akan melakukan hal ini lagi, kalau cocok yaa bisa setiap hari :)  Dengan melakukan sensory play sebelum mandi pagi, saya nggak 2x kerja mandiin anak-anak; mereka mau se-messy ­apapun juga gak masalah karena belum mandi. Juga setelah bermain, mereka sukarela langsung mandi dan syukur2 Baby Bird akan cukup “capek” sehingga akan tidur pagi sebentar, jadi memudahkan adanya waktu 1-on-1 dengan Little Bug untuk kegiatan belajar yg sifatnya arts n crafts, worksheet, dll yg rada ribet kalau ada Baby Bird (karena dia ingin sekali ikutan apa yg kakaknya lakukan). Well, that’s 1 hopefully solved, alhamdulillah! Tinggal coba-coba jadwal untuk sisa harinya hehehe ;p

Jadwal harian kami

Setelah bulan Ramadhan berlalu dan momen istimewa Idul Fitri dirayakan dengan silaturahmi ke keluarga & kerabat, hari Senin (12 Agustus 2013) kemarin, kami mulai "belajar" lagi. Well, sebenarnya belajar kan berlangsung kapan saja dan di mana saja, tapi bagi keluarga kami, maksudnya kegiatan rutin harian sudah dimulai kembali.

Ya, kami memang baru mulai homeschool secara "resmi" tahun ajaran ini. Jadi, saya masih mencoba-coba berbagai jadwal rutinitas harian yang cocok (alias bisa dijalankan secara riil) bagi keluarga kami. Sebelum Ramadhan, saya sudah berusaha menyusun jadwal harian untuk saya dan untuk Little Bug. Sempat berjalan sesuai rencana selama 1 hari (yes, that's right, satu hari saja). Besok-besoknya, bubar jalan!! Kegiatan selama bulan Ramadhan yang jadwalnya sedikit berbeda membuat jadwal pertama nggak nyaman. Apalagi tiba-tiba Little Bug ingin belajar puasa dan mau ikutan sahur juga--- udah gitu kadang setelah sahur nggak mau tidur lagi. Padahal, mamanya butuh waktu buat ngerjain kerjaan rumah dan me-refresh otak pagi2 (alias baca2 artikel parenting, donlod gratisan, dan liat-liat eFBe wkwkwk) di luar penambahan alokasi waktu untuk ibadah extra selama bulan suci Ramadhan. Yah,jadilah jadwal itu nggak dilihat lagi, udah gitu ditarik lepas sama Baby Bird hahaha...

Alhamdulillah, bulan Ramadhan kemarin bisa lumayan teratur belajar huruf hijaiyah & hafalan Surat Al-Qadr plus baca buku-buku ttg Islam untuk anak-anak. Memang targetnya nggak muluk-muluk, Ramadhan diniatkan sebagai the start of a more religious life for us as a family. InsyaaAllah akan diteruskan dan semoga bisa ditingkatkan dari hari ke hari.

Nah, selesai libur Lebaran, si Hubs mulai kembali ngantor, anak-anak mulai memulihkan diri dari kegiatan yg serba pergi keluar rumah. Jam tidur siang mulai diingatkan kembali. Pekerjaan rumah juga dicicil terusssss (yang sampai sekarang belum selesai-selesai hehehe).

Pe-eR buat si Mama: menyusun jadwal harian yg lebih pas. Jadi mulailah kembali meraba-raba dan mencoba-coba urutan kegiatan yang fleksibel namun cukup memiliki keteraturan. Fleksibel karena Baby Bird yang masih batita (jadi punya kekuatan istimewa untuk membuyarkan semua kegiatan yg terjadwal) dan teratur karena anak-anak  (dan saya) butuh keteraturan. Jadi mengurangi power struggles dengan si kakak Little Bug, memudahkan transisi dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya, memberikan saya waktu untuk melakukan pekerjaan rumah & planning kegiatan homeschool, mengingatkan saya untuk tetap terfokus pada beberapa kegiatan yg penting (karena saya suka banyak sekali yg ingin dilakukan jadi mudah terdistraksi), dan memberikan kesempatan untuk melakukan berbagai hal yang di luar rencana tanpa terlalu jauh berlari dari tujuan & rencana homeschool secara garis besar.

Ribet yak? Iyak! But insyaaAllah everyday is a learning process dan saya berusaha at least ada beberapa hal mendasar yang urutannya tetap setiap hari. Dan meskipun kegiatan masih belum teratur, rumah masih belum beres semuanya, alhamdulillah at least we're together everyday and we can enjoy a special moment together each day, apakah itu berupa pembuatan prakarya lengkap ataupun hanya sekedar membaca buku bersama di sore hari. Everyday we learn together, meskipun tidak tampak seperti "belajar" :)