Tuesday, April 21, 2015

Grup sosmed para Kartini

Ketika itu, Kartini yang asli menulis curahan hatinya dalam surat-surat, yang kemudian dibukukan menjadi buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.  Fast forward ke saat ini, saya mengenal sekelompok Kartini masa kini yang mencurahkan pemikiran mereka melalui sebuah grup sosmed. Grup ini lama-lama menjadi sebuah support group bagi anggotanya, Kartini masa kini yang berjuang dengan tantangan kehidupan sehari-hari.

Para Kartini muda ini beragam profesinya, ada yang menjadi dokter, pemilik usaha online, pendidik, PNS, mahasiswa jenjang lanjutan, manager, bekerja di media, di perusahaan swasta, pengrajin kue, konsultan independen, dan ada yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Ada yang sudah menikah dan ada yang belum, ada pula yang menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangannya. Ada yang belum memiliki anak dan ada yang baru saja melahirkan anak ke-4nya. Para Kartini yang beragam, namun memiliki sebuah persamaan: semuanya memiliki pilihan hidup masing-masing beserta konsekuensinya. Everyone is fighting their own battles beyond the boundaries of the LCD monitor of their smartphone.

Namun demikian, semuanya saling menghormati pilihan masing-masing. Mereka saling bertukar informasi, dari tips mengasuh anak sampai rekomendasi merek payung lipat yang tahan banting. Ide resep masakan, isu pendidikan, tips dandan, curhat mengenai sebagian perilaku para suami yang entah kenapa nggak bisa dipahami para istri (haha!), rekomendasi toko/tempat liburan/produk/film bagus, info diskonan (emak-emak banget), sampai curhatan demi mempertahankan kewarasan masing-masing--- semua diterima dengan terbuka. Setiap Kartini memiliki kesempatan untuk memberikan pendapat dan berbagi pengalaman---tanpa memaksakan kehendaknya kepada yang mengajukan pertanyaan di awal diskusi. Tanpa men-judge.

This is my perception of the modern-day Kartini. Women who consciously make their own life choices and take responsibility for them, some good and others that require a grain of salt and a bite-the-bullet-and-get-on-with-it attitude. It's not just about getting an education and putting that degree in a paid job. It's about educating yourself so you can make the best decisions with your given situation. It's about learning to be a wise woman who is empathic and doesn't give in to prejudice or negative stereotypes. It's about being supportive and being a good friend, encouraging them to be a better person within their own abilities and also learning to accept advice form others. It's about the journey of living life to the fullest and being thankful for what you have (and don't have).. it's about trying to be better each day... and trying again the next. Confidence, support, compassion, empathy, and courage.

So to all women, Happy Kartini Day! May we all be wise and smart women who will make the world a better place, starting from our own families and surroundings. Dan semoga semakin banyak support group yang hadir dalam kehidupan para Kartini masa kini... let's all start judging less and supporting more towards our women-friends, you never know what battle they are fighting behind their smile. Thank you to my group, you all know who you are! :)



3 comments: